Tulang Bawang Barat-Mediatamanew.com -Dugaan pencemaran lingkungan mencuat dari operasional Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Mulya Asri 2 yang berlokasi di Kelurahan Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Warga menyoroti dugaan pembuangan air limbah dapur yang dialirkan langsung ke saluran irigasi pertanian. Senin (9/2/2026).
Hasil penelusuran awak media di lokasi menemukan keberadaan pipa paralon sepanjang kurang lebih 200 meter yang diduga kuat digunakan sebagai jalur pembuangan air limbah dapur MBG Mulya Asri 2.
Pipa tersebut tampak mengarah langsung ke saluran irigasi yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat dan petani setempat.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena dinilai berpotensi mencemari lingkungan, merusak ekosistem, serta mengancam keberlangsungan pertanian.
Saluran irigasi yang seharusnya berfungsi sebagai penopang ketahanan pangan justru diduga dijadikan muara pembuangan limbah dapur.
Praktik tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip pengelolaan lingkungan hidup. Setiap dapur MBG diwajibkan memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berfungsi sesuai ketentuan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) guna mencegah pencemaran lingkungan sekitar.
Sejumlah warga yang enggan disebutkan identitasnya mengaku menyayangkan dugaan pembuangan limbah tersebut.
Mereka menegaskan bahwa program MBG yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat tidak seharusnya dijalankan dengan mengorbankan lingkungan dan lahan pertanian warga.
“Programnya bagus, tapi kalau limbahnya dibuang ke saluran irigasi, itu jelas merugikan petani dan mencemari lingkungan,” ujar salah satu warga.
Awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak Dapur MBG Mulya Asri 2. Namun, petugas keamanan (satpam) setempat menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keterangan.
“Saya tidak punya kewenangan soal itu, Mas. Bukan ranah saya. Semua ke Pak Beni,” ucapnya.
Atas dugaan tersebut, warga mendesak Satuan Tugas (Satgas) MBG, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait lainnya Balai Besar BSSW irigasi untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran prosedur pengelolaan limbah.
Hingga berita ini diterbitkan, Beniyansah, selaku pemilik Dapur MBG SPPG Mulya Asri 2 sekaligus Kepala Tiyuh Wonokerto, belum dapat dimintai keterangan resmi terkait dugaan pembuangan air limbah dapur ke saluran irigasi.(Jhn)






