Beranda Tulang Bawang Barat Ketua DPRD Tubaba Murka Namanya Dicatut Perusahaan Klaim Fasilitator Dibantah Keras, Truk...

Ketua DPRD Tubaba Murka Namanya Dicatut Perusahaan Klaim Fasilitator Dibantah Keras, Truk Perusahaan Masih Melintas

0
0
BERBAGI

Tulang Bawang Barat-Mediatamanew.com- Pernyataan pihak perusahaan terkait kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat menuai polemik baru.

Setelah sebelumnya mengklaim telah melakukan koordinasi dengan pemerintah tiyuh dan difasilitasi tokoh daerah, kini pernyataan tersebut dibantah keras oleh pihak yang disebut-sebut dalam keterangan perusahaan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Hendri, bagian umum PT BB SW, saat ditemui awak media pada 20 Februari 2026 mengakui bahwa kendaraan perusahaan mereka memang melintas di wilayah Tubaba.

Menurut Hendri, armada operasional perusahaan yang berasal dari Pakuon Agung, Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara, menggunakan jalur melalui Tiyuh Way Sido.

Ia juga menyatakan perusahaan telah berupaya memperbaiki jalan dan melakukan koordinasi dengan aparat desa.

“Benar kendaraan dari perusahaan kami melintas. Kami juga akan mengupayakan adanya perbaikan jalan. Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Tiyuh Karta Raharja dan Kepala Tiyuh Way Sido,” ujar Hendri.

Ia juga menyebut bahwa pertemuan antara pihak perusahaan dan masyarakat pernah dilakukan di Balai Desa Karta Raharja dan difasilitasi oleh Busroni

Namun ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Busroni yang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan tegas membantah pernyataan tersebut.

“Itu bohong besar. Saya tidak pernah merasa menjadi fasilitator. Bahkan pihak perusahaan tidak pernah menghubungi saya,” tegas Busroni dengan nada geram.

Ia juga menyoroti dampak kerusakan jalan yang menurutnya sudah sangat merugikan masyarakat di sejumlah tiyuh.
“Perusahaan itu dari luar Kabupaten Tubaba, tapi melintasi jalan kabupaten hingga menyebabkan kerusakan berat di empat tiyuh, yakni Way Sido, Karta Tanjung Selamat, dan Karta Raharja. Selama ini saya diam, tapi mengapa nama saya disebut-sebut padahal itu tidak benar,” ujarnya.

Meski polemik pernyataan terus bergulir, kondisi di lapangan disebut belum berubah. Sejumlah warga mengaku kendaraan perusahaan masih terus melintasi wilayah mereka hingga saat ini.

“Mobil perusahaan itu masih lewat sampai sekarang di tiyuh ini,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Warga menilai aktivitas kendaraan berat tersebut terus memperparah kerusakan jalan yang sebelumnya sudah berlubang dan rusak

Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk tidak hanya memberikan imbauan, tetapi mengambil langkah tegas terhadap kendaraan yang diduga melanggar aturan muatan.

Warga meminta Polres Tulang Bawang Barat dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tulang Bawang Barat segera melakukan penertiban terhadap armada perusahaan dari Pakuwon yang masih melintas di jalan kabupaten tersebut.

Tanpa tindakan tegas, masyarakat khawatir kerusakan jalan akan semakin parah, sementara aktivitas kendaraan perusahaan tetap berjalan seperti biasa.(Jhn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here