Beranda Uncategorized Kursi Kosong Dominasi Paripurna HUT ke-17 Tubaba, Wibawa DPRD Dipertaruhkan

Kursi Kosong Dominasi Paripurna HUT ke-17 Tubaba, Wibawa DPRD Dipertaruhkan

0
0
BERBAGI

Tulang Bawang Barat-Mediatamanew.com-Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17, Senin (6/4/2026), berubah menjadi panggung ironi.

Di saat forum resmi berlangsung, deretan kursi kosong justru mendominasi ruang sidang. Sedikitnya 19 anggota dewan tercatat tidak hadir tanpa penjelasan terbuka.

Peristiwa ini bukan sekadar catatan absensi, melainkan tamparan telak terhadap marwah lembaga legislatif yang seharusnya menjadi representasi rakyat.

Di momentum sakral peringatan hari jadi daerah, ketidakhadiran massal tersebut menimbulkan kesan kuat: rendahnya komitmen dan minimnya rasa tanggung jawab politik.
Ironisnya, forum itu dihadiri tamu-tamu penting dari berbagai unsur.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung, jajaran Forkopimda, OPD, hingga tokoh daerah tampak memenuhi undangan.

Bahkan mantan Wakil Bupati Tulang Bawang Barat dan Wakil Bupati Tulang Bawang turut hadir.

Namun sebagai tuan rumah, DPRD justru gagal menunjukkan sikap yang layak.

Kursi-kursi kosong yang mencolok menjadi simbol ketidaksiapan dan abainya sebagian wakil rakyat dalam menghargai forum resmi yang sarat makna tersebut.

Sejumlah tamu undangan tampak menyaksikan langsung kondisi itu. Kekecewaan pun tak terelakkan.

Ketidakhadiran hampir dua puluh anggota dewan dinilai mencederai makna peringatan HUT daerah yang seharusnya menjadi ajang refleksi, evaluasi, sekaligus penguatan komitmen pembangunan.

“Kalau di momen penting seperti ini saja tidak hadir, lalu kapan menunjukkan keseriusan?” ujar salah satu undangan dengan nada kritis.

Tak berhenti di situ, pelaksanaan acara juga tercoreng oleh kesalahan dalam penyebutan nama tamu undangan.

Kekeliruan ini semakin menguatkan kesan bahwa penyelenggaraan paripurna tidak dipersiapkan secara maksimal dan terkesan seremonial tanpa kesungguhan.
Dampaknya tidak kecil.

Ketidakhadiran anggota dewan dalam jumlah signifikan berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap DPRD sebagai lembaga representatif.

Publik berhak mempertanyakan: sejauh mana keseriusan wakil rakyat menjalankan mandat yang diberikan?

Hingga berita ini diterbitkan, pimpinan DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat belum memberikan keterangan resmi terkait absennya sejumlah anggota dalam rapat tersebut.

Minimnya penjelasan semakin memperkuat dugaan adanya pembiaran terhadap rendahnya disiplin internal.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi DPRD Tubaba.

Kehadiran dalam forum resmi bukan sekadar formalitas, melainkan ukuran integritas, komitmen, dan tanggung jawab politik. Tanpa itu, legitimasi sebagai wakil rakyat perlahan akan kehilangan makna di mata publik.(Jhn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here