Tulang Bawang Barat-Mediatamanew.com- Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa hand traktor yang dikelola Kelompok Tani “Tani Mulya”, Tiyuh Mulya Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, kini menimbulkan tanda tanya besar. Alat yang seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas pertanian warga itu diduga telah dijual oleh oknum yang bertanggung jawab, dan kini keberadaannya tidak jelas.
Berdasarkan keterangan narasumber terpercaya di lokasi, hand traktor tersebut sudah lama tidak terlihat di lingkungan kelompok maupun di tempat penyimpanan alsintan. Warga menduga kuat alat tersebut sudah dialihkan atau dijual secara tidak sah.
“Alat pertanian itu entah berada di mana dan bagaimana nasibnya. Hand traktor itu sudah lama tidak terlihat lagi, sepertinya memang sudah dijual,” ujar narasumber tersebut, Senin (13/7/2026).
Masyarakat setempat pun berharap Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Unit Tipikor Polres Tulang Bawang Barat dan Kejaksaan Negeri Tulang Bawang Barat, segera turun tangan mengusut tuntas persoalan ini agar kebenaran terungkap dan tidak ada pihak yang dirugikan.
Saat dikonfirmasi di kediamannya, Bendahara Kelompok Tani “Tani Mulya”, Dasiman, mengklaim seluruh alsintan masih tersimpan di tempat pemegang pengelola.
“Alat pertaniannya ada mesin pompa air, bentor, mesin tanam padi, dan hand traktor semuanya ada di rumah Pak Sugiono,” ucap Dasiman.
Meski menampik adanya dugaan penjualan, ekspresi dan jawaban yang disampaikan Dasiman terlihat kurang meyakinkan. Ia pun meminta agar pertanyaan terkait keberadaan hand traktor ditujukan langsung kepada pengelola alsintan kelompok tersebut.
“Silakan tanya langsung ke Pak Sugiono, katanya ada di gudang. Nanti kita ke sana saja ceknya,” imbuhnya.
Terpisah, pengelola alsintan Sugiono memberikan penjelasan yang berbeda saat dikonfirmasi. Ia mengakui bahwa mesin pembuat pupuk, pompa air, dan mesin tanam padi masih ada di gudang, namun hal itu tidak berlaku untuk hand traktor. Menurutnya, alat tersebut sudah rusak sejak lama dan dititipkan ke pihak lain.
“Sebagian mesin memang sudah rusak, hanya mesin pembuat pupuk yang masih bisa beroperasi. Kalau hand traktornya ada di Ujung Batu, dekat Tata Karya, tepatnya di Desa Karya Sakti di kediaman Pak Pujio. Sudah sekitar satu tahun ini rusak, mau diperbaiki tidak ada uang kas kelompok. Kalau dibawa ke sini bagaimana kondisinya yang rusak, rencananya setelah diperbaiki baru dibawa pulang ke sini,” kilah Sugiono.
Fakta bahwa kelompok tidak memiliki anggaran kas untuk perbaikan alsintan pun dibenarkan oleh Dasiman selaku bendahara. Hal ini justru menimbulkan pertanyaan baru di kalangan warga: ke mana perginya seluruh pendapatan hasil operasional hand traktor selama ini?
Dugaan adanya penyimpangan hingga alsintan milik kelompok berpotensi menjadi “bancakan” oknum yang tidak bertanggung jawab semakin kuat. Keberadaan alat yang tidak jelas, alasan yang saling bertentangan antar pengurus, hingga ketidakjelasan aliran dana operasional menjadi sejumlah kejanggalan yang patut diusut secara mendalam.
Sampai saat ini belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang Barat maupun pihak berwenang terkait kasus ini. Perkembangan selanjutnya terkait pengungkapan kebenaran dan langkah hukum yang akan diambil, akan kami sampaikan dalam berita selanjutnya.(Jhn)




