Beranda Kota Metro Lea : “Perempuan Kunci Kota Tangguh”

Lea : “Perempuan Kunci Kota Tangguh”

26
0
BERBAGI

Metro, Mediatama News

Lea Alfonsina Weyasu dari Sa Papua Foundation mengungkap bahwa perempuan peran sangat penting dalam agenda pembangunan.

“Sebab perempuan adalah ‘leader’ dan anak-anak adalah pemimpin masa depan,” terangnya saat menjadi pemateri dalam Online Course: Resilient City yang diadakan oleh Metro Kita Center, Sabtu (8/8/2020) dengan materi “Development for All”.

“Development for All berarti kesempatan yang sama atas pengembangan sumber daya manusia, termasuk keadilan untuk perempuan dan anak,” terang aktivis yang menamatkan pendidikannya di Teknik Arsitektur Universitas Gadjah Mada ini.

Mengapa perempuan memiliki peran penting? Lea beralasan, perempuan mempunyai kemampuan (kapabilitas) yang lebih dibanding laki-laki dalam menjalankan pekerjaan tertentu.

“Perempuan punya pikiran terbuka terhadap perubahan, dan bisa mempengaruhi orang untuk melakukan perubahan. Perempuan juga punya kemampuan untuk merencanakan sesuatu lebih detail dan bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu (multi-tasking).”

Pada kesimpulannya, Lea berpendapat bahwa perempuan menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Kota Tangguh.

“Melalui kedewasaan dalam berfikir dan bertindak, bahwa perempuan punya peran penting dan anak-anak adalah pemimpin masa depan, akan terbentuk sistem sosial tangguh yang menyokong Kota Tangguh,” terang Lea.

Salah satu peserta mengajukan pertanyaan: “Faktor apa saja yang menjadi ukuran kalau kaum perempuan sudah berubah menjadi matang dan bagaimana agar dapat berlanjut untuk generasi berikutnya?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Lea menerangkan, ukuran dari seorang perempuan bisa dianggap sudah memilki kematangan adalah perempuan mampu mengerjakan hal-hal yang sebelumnya tidak mampu dia kerjakan. Cara menjaganya adalah dengan mewariskan sistem pendidikan anak dan pengasuhan yang tepat, sehingga, kematangan dan kedewasaan berfikir dan bertindak bisa ditransferkan.

“Dengan kata lain, perempuan mampu meruntuhkan anggapan yang menyatakan perempuan tidak punya kapabilitas untuk terlibat aktif dalam agenda perencanaan, pelaksanaan dan maintenance sosial dan pembangunan perkotaan,” pungkas Lea. (Joko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here