Tulang Bawang Barat-Mediatamanew.com-Dugaan Aroma Korupsi Realisasi anggaran dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat Mencuat.
Hal itu menjadi pertanyaan berat, pasalanya dalam anggaran dana BOK Puskesmas Mulya Asri tidak adanya keterbukaan dalam realisasi nya.
Seperti pada anggaran Anggaran belanja barang dan jasa, anggaran Lokakarya (Lokmin) dan Lokakarya Lintas Sektor (Linsek).
Selain itu, anggaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan pemenuhan nya seperti apa saja di lapangan tidak adanya transparansi.
Anehnya, saat di konfirmasi Kepala Puskesmas Mulya Asri Bungkam tak sepatah pun memberikan penjelasan, melalui via whatsapp tidak di balas, di telpon tidak di angkat, bahkan ditemui di Kantor Puskesmas Mulya Asri tidak ada di tempat.
Terkait anggaran yang di kelola oleh UPTD Puskesmas Mulya Asri justru yang menjelaskan stap kepala Puskesmas.
Dalam keterangan Resmiyati menjelaskan Terkait anggaran BOK Mulya Asri tahun 2025 dirinya tidak mengetahui sepenuhnya.
“Jadi buk mega ini di PLT kepala puskes bulan delapan, melanjutkan yang sebelumnya, semenjak buk mega ini banyak kemajuan dari pada kepala sebelum nya pak oni , soal dana BOK saya tidak tahu, ” Kata Resmayati, Selasa (14/4/2026).
Namun pernyataan nya berbeda-beda saat di konfirmasi melalui via telpon sebelumnya, Resmayati menyatakan bahwa anggaran 2025 tidak ada, karena melanjutkan kepala Puskesmas sebelumnya.
Saat di tanyakan Terkait anggaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dirinya menjelaskan bahwa semua yang sudah tersalurkan melalui mekanisme pengiriman kepada toko.
“Jadi itu semua di tranfer dari puskes ke tokoh, saya cuma ambil barang belanja nya saja, sesudah itu barang saya serahkan kepada masing-masing kader di 7 tiyuh, jadi kurang apalagi saya berjuang untuk puskes ini, bahkan setiap Jum’at saya berikan makanan untuk ibu hamil dari uang pribadi walaupun saya mengatasnamakan Puskesmas ini, anggap saja saya bantu, amal saya ,” Benernya.
Saat di tanya terkait JKN Puskesmas Mulya Asri yang dilakukan pengembalian ke BPJS dirinya mengatakan bahwa uang yang di duga di kembalikan ke bendahara secara manual itu merupakan kelebihan pembayaran BPJS yang diberikan untuk seluruh tenaga di Puskesmas.
“Jadi kan dari BPJS itu ada pembayaran Jasa tenaga kerja yang ada di Puskesmas, nah Puskesmas kita ini kan ada hutang sama BPJS jadi itu bayar hutang ke BPJS, ” Ucapnya.
Hal itu juga di benarkan oleh Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Mulya Asri bahwa Terkait persoalan itu memang merupakan pengembalian kepada pihak BPJS.
“Rujukan salah itu kami harus memulangkan duitnya, rujukan nih ternyata di rumah sakitnya rujukan itu gak di terima tapi BPJS sudah bayar ke kami, nah duit yang kami terima ini namanya hutang ke BPJS jadi mulangin, jadi kita mulangin semua, mulangin satu Puskesmas, itu namanya jaspel jasa pelayanan, semua dapat jasa dari BPJS, gak pasti nilainya per bulan tergantung pasien, tapi nilainya gak bisa saya sebutin, itu juga sesuai golongan,” Kata Sepriyana.
Banyak kejanggalan kejanggalan pada realisasi anggaran pada UPTD Puskesmas Mulya Asri tahun 2025 kian tercium adanya dugaan aroma korupsi.
Sayangnya, hingga berita ini di terbitkan belum ada keterangan pasti dari kepala Puskesmas Mulya Asri Mega.
Lantas apa tanggapan pihak-pihak terkait, Simak berita selanjutnya.(Jhn)






