Beranda Kota Metro Lestarikan Batik Ketua Dekranasda Eni Sumiyati Bambang Beri Kesempatan Siswa Ciptakan Ide...

Lestarikan Batik Ketua Dekranasda Eni Sumiyati Bambang Beri Kesempatan Siswa Ciptakan Ide Motif Batik Baru

10
0
BERBAGI

Metro, mediatamanew.com. Batik merupakan karya budaya yang lahir dari kreativitas dan kearifan masyarakat Indonesia. Keindahan motif dan coraknya tidak hanya mencerminkan kekayaan tradisi akan tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan jati diri bangsa yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Ketua Dekranasda Kota Metro Eni Sumiyati Bambang, S. IP mengatakan Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober kemarin menjadi momentum penting bagi kita semua untuk lebih kembali mengenal, menghargai dan mencintai serta melestarikan batik karena batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah, seni, dan filosofi yang beragam.

Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia Eni Sumiyati berharap agar turut menjaga keberadaan batik serta bangga mengenakannya dalam berbagai kesempatan, sekaligus mendukung para perajin dan pelaku usaha batik agar warisan budaya tersebut tetap tumbuh, berkembang, dan dikenal hingga ke generasi yang akan datang.

” MasyaAllah mari terus lestarikan batik, bangga menggunakan karya anak bangsa, dan bersama-sama menjaga warisan budaya Indonesia”, ujarnya saat ditemui mediatamanew.com. di rumah pribadinya di Jl. Soekarno-Hatta Kelurahan Margorejo Kecamatan Metro Selatan Rabu (21/10/2026).

Sebagai ketua Dekranasda ia menyampaikan bahwa setiap daerah di Kabupaten dan Kota se-Indonesia mempunyai ciri khas batik masing-masing dan untuk Kota Metro sendiri mulai dari kepemimpinan bapak Lukman Hakim, bapak Alm. Pairin dan bapak Wahdi juga ada khas batik masing- masing.

Ada batik Leluwak Tehambur (Leluak Tehambugh) batik tersebut kata dia
merupakan ikon batik paling resmi dan populer di Kota Metro yang di cetuskan oleh dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbersama Kominfo Kota Metro batik tersebut telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Motifnya resmi dan ditetapkan sebagai kain wastra budaya Kota Metro

Makna Motif Kata leluwak berarti kupu-kupu dan Tehambur berarti beterbangan. Motif batik tersebut berbentuk kupu-kupu yang terbang bebas hal tersebut merepresentasikan keagungan, kebebasan kegembiraan dan ketangguhan serta harapan untuk terus bertransformasi

Selain itu kata istri Wali Kota Metro Bambang Iman Santosa ini menjelaskan juga ada Batik Ciprat / Batik Silabi bentuk inovasi wastra yang sangat humanis karena diproduksi oleh anak-anak disabilitas atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Dasar motif cipratnya sering dipadukan dengan cap atau lukisan ikon lokal Metro seperti Tugu Pena, Tugu Metrem, Siger, dan Pucuk Rebung. Karena keunikannya, Pemerintah Kota Metro menetapkan Batik Silabi sebagai salah satu seragam wajib ASN setempat

Tak hanya itu juga ada Batik Walet /Srity motif batik tersebut merupakan salah satu narasi motif batik yang sempat hidup di sejarah lokal Kota Metro

Kemudian ada batik Motif Ikon Kota Metro (Batik Metro) beberapa perajin lokal di bawah binaan Dekranasda Kota Metro juga pernah memproduksi kain batik dengan mengompilasikan simbol-simbol arsitektur dan visi Kota, seperti Motif Tugu Pena yang menyimbolkan identitas Metro sebagai Kota Pendidikan.

Selama ini dekranasda Kota Metro juga membina beberapa pengrajin dan pelaku usaha batik diantaranya adalah Canting Batik Metro (Rahayu Budiadi), Jan Ayu & Co (Linda Ayu Citra Ningsih / Linda Soedibyo), Amy’e Kasiro ( Siti Samsiyah Kasiro), KH Collection (Candra Kartini), Batik Silabi (SLB Wiyata Dharma Metro) serta Pelopor Batik Ciprat Silabi, yaitu batik dengan teknik ciprat dan kuas yang melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dan siswa SLB di Kota Metro.

Beberapa waktu lalu dekranasda Kota Metro juga mengadakan lomba membatik bagi para siswa SD, SMP dan SMA di Kota Metro yang tujuannya untuk menciptakan ide batik baru sehingga seragam batik yang di gunakan oleh para guru- guru dan OPD kolaborasi dengan dekranasda di Kota Metro berganti- ganti dan tidak monoton.

” Alhamdulillah dari 50 peserta yang ikut lomba membatik ada 6 orang siswa yang masuk nominasi terbaik menciptakan batik baru, itu sungguh luar biasa”, kata Eni Sumiyati yang biasa di panggil dengan sebutan Bunda

Di sisi lain dalam mempromosikan keberadaan Dekranasda pihaknya berkolaborasi dengan PKK Kota Metro dan dinas terkait seperti dinas Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan bahwa pada setiap hari Jumat mengadakan senam bersama di halaman dekranasda dengan harapan masyarakat lebih mengenal adanya dekranasda yang didalamnya ada banyak produksi-produksi lokal yang di dihasilkan oleh pengerajin dan pelaku UMKM.

Dekranasda Kota Metro adalah wadah para perajin lokal yang mendukung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang mempunyai fungsi memasarkan berbagai produk khas daerah seperti kain batik, kain Tapis, tas etnik, hingga makanan khas UMKM oleh karena itu diharapkan seluruh masyarakat Kota Metro mengetahui keberadaan Dekranasda

“Saya berharap diera kepemimpinan Saya ini masyarakat lebih mengenal dekranasda agar keberadaan dekranasda semakin maju dan melekat dihati masyarakat tidak hanya masyarakat Kota Metro tetapi juga di luar Metro”, pungkas bunda Eni Sumiyati ( ADV/Mis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here